Komposisi dalam Bahasa Indonesia

Post a Comment

Dalam pembicaraan komposisi Mees (1957) menggunakan istilah kata majemuk dan aneksi. Dengan istilah kata majemuk dimaksudkan untuk gabungan kata yang memiliki makna idiomatik, persis sama dengan yang digunakan Alisyahbana. Istilah aneksi dimaksudkan untuk menyebut gabungan kata yang maknanya masih dapat ditelusuri secara gramatikal, seperti lukisan Yusuf memiliki makna "lukisan milik Yusuf' atau 'lukisan buatan Yusuf', dan meja tulis bermakna 'meja tempat menulis. Jadi, Mees menggunakan istilah kata majemuk untuk komposisi yang bermakna idiomatik, dan aneksi untuk komposisi yang bukan bermakna idiomatikal.

Tujuan utama membentuk komposisi adalah untuk menampung atau mewadahi konsep-konsep yang ada dalam kehidupan kita tetapi belum ada wadahnya dalam bentuk sebuah kata. Dilihat dari usaha untuk menampung konsep-konsep ini dapat dibedakan adanya lima macam komposisi. (Chaer 2008)

1. Komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabungkan sederajat sehingga membentuk komposisi yang koordinatif. Misalnya, pengga bungan dasar makan dan dasar minum menjadi komposisi makan minum, penggabungan dasar kaya dan dasar miskin menjadi komposisi kaya mis kin, dan penggabungan dasar ayam dan dasar itik menjadi komposisi ayam itik.

2. Komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat sehingga melahirkan komposisi yang subordinatif. Dalam komposisi ini unsur pertama merupakan unsur utama dan unsur kedua merupakan unsur penjelas. Misalnya, dasar sate yang digabung dengan dasar madura menjadi komposisi sate madura yang bermakna gramatikal 'sate yang berasal dari Madura', dan dasar sate yang digabung dengan dasar lontong menjadi komposisi sate lontong yang bermakna gramatikal 'sate dengan campuran lontong.

3. Komposisi yang menghasilkan istilah, yakni yang maknanya sudah pasti, sudah tentu, meskipun bebas dari konteks kalimatnya karena sebagai istilah hanya digunakan dalam bidang ilmu atau kegiatan tertentu. Makna istilah dalam komposisi ini tidak ditentukan oleh hubungan kedua unsurnya, melainkan ditentukan oleh keseluruhannya. Beberapa istilah dalam bentuk komposisi, misalnya tolak peluru, fonem vokal, suaka politik, buku ajar, dsb.

4. Komposisi pembentukan idiom, yakni penggabungan dasar dengan dasar yang menghasilkan makna idiomatik, yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal. Misalnya, penggabungan meja dengan dasar bijau yang menghasilkan komposisi meja hija dengan makna 'pengadilan', penggabungan dasar gigit dengan dasar jari yang menghasilkan komposisi gigit jari dengan makna tidak mendapat apa-apa, dan penggabungan dasar tutup dengan dasar asia yang menghasilkan komposisi tutup sesia dengan makna meninggal'. Sebetulnya ada dua macam bentuk komposisi idiomatik, yaitu pertama, yang berupa idiom penuh, di mana semua unsurnya merupakan satu kesatuan, seperti contoh di atas. Yang kedua adalah idiom sebagian, yaitu idiom yang salah satu unsurnya masih bermakna leksikal. Misalnya, daftar biram, daftar yang berisi nama-nama orang yang diduga berbuat salah'; baju kebesaran, 'baju berkenaan dengan kepangkatan'; dan Gaji buta, gaji yang diterima meskipun sudah tidak bekerja'. Kata daftar pada daftar hitam masih bermakna daftar, begitu juga dengan kata baju pada waju kebesaran dan kata gaji pada gaji buta.

5. Komposisi yang menghasilkan nama, yakni yang mengacu pada sebuah maujud dalam dunia nyata. Misalnya, Griya Matraman, Stasiun Gambir dan Selat Sunda. Sebagaimana sudah disebutkan di atas bahwa maksud utama pembentukan komposisi adalah untuk mewadahi konsep-konsep yang ada dalam kehidupan nyata, tetapi belum ada kosa katanya dalam bentuk tunggal. Pada tahap pertama tentunya komposisi baru berupa penggabungan dua buah dasar, seperti dasar kereta dengan dasar api menjadi komposisi kereta api. Namun, kemudian akibat perkembangan teknologi dan budaya kereta api dapat digabungkan lagi dengan dasar ekspres sehingga menjadi kereta api ekspres. Selanjutnya kereta api ekspres dapat digabung lagi dengan dasar malam dengan menjadi kereta api ekspres malam. Malah kemudian komposisi kereta api ekspres malam ini dapat digabung lagi dengan komposisi luar biasa sehingga menjadi kereta api ekspres malam luar biasa. Dilihat dari segi semantik, semakin luas komposisi itu maka maknanya semakin "sempit". Kita simak, kata kereta mencakup semua jenis kereta, termasuk kereta kuda, kereta listrik, kereta perang, dan sebagainya.

Postingan Terkait

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter